Alasan bisnis tidak bisa lepas dari ancaman siber

Alasan bisnis tidak bisa lepas dari ancaman siber

Alasan-bisnis-tidak-bisa-lepas-dari-ancaman-siber

Manajer Saluran Wilayah Indonesia, Kaspersky Lab Dony Koesmandarin, mengungkapkan alasan mengapa bisnis tidak dapat lepas dari ancaman dunia maya.

“Perusahaan sudah memiliki sistem internal khusus. Tetapi secara umum, mereka tidak berkelanjutan,” katanya pada sebuah pertemuan media di Jakarta, Kamis, merujuk pada empat pilar keamanan cyber si Kaspersky, Predict, Prevent, Detect, dan Respond.

Dony saat ini melihat bahwa sebagian besar perusahaan telah mempersenjatai diri mereka dengan pencegahan atau pencegahan, tetapi jarang memiliki sistem untuk memprediksi, mendeteksi, dan menanggapi serangan.

Berdasarkan penelitian Kaspersky Lab tahun ini, serangan meningkat dan kompleks, bahkan keahlian dan senjata penjahat cyber sangat bervariasi. Studi tersebut menunjukkan bahwa serangan korporasi yang ditargetkan meningkat sebesar 11 persen secara keseluruhan.

“Sekitar 5.000 responden dari UKM ke perusahaan besar menemukan bahwa serangan

yang ditargetkan meningkat 6 persen tahun ini dibandingkan dengan 2016,” kata Jemmy Handinata, Pre Sales Specialist Indonesia, pada kesempatan yang sama.

Tidak hanya dalam hal jumlah serangan, dua pertiga responden (66 persen) dalam penelitian setuju bahwa ancaman menjadi semakin kompleks, dan 52 persen merasa sulit untuk membedakan antara serangan umum dan kompleks.

Studi ini juga menemukan bahwa para pelaku bisnis sekarang mulai menyadari bahwa mereka pada akhirnya akan mengalami pelanggaran keamanan (57 persen versus 51 persen tahun sebelumnya), tetapi mereka masih ragu tentang strategi paling efektif untuk menanggapi ancaman ini (42 persen).

Untuk menanggapi ancaman, Dony mengatakan bahwa teknologi yang terampil diperlukan

. Misalnya, alat yang lebih baik untuk mendeteksi dan bereaksi terhadap ancaman persisten tingkat lanjut (APT) dan serangan yang ditargetkan.

Selain itu, menurut Dony, SDM adalah komponen penting lainnya yang mengharuskan perusahaan mempekerjakan lebih banyak spesialis dengan pengalaman keamanan TI khusus, yaitu manajemen SOC, respons insiden, dan deteksi ancaman.

Dalam rangka untuk secara efektif memerangi ancaman cyber yang kompleks

, Dony juga menekankan bahwa perusahaan harus memiliki prosedur yang jelas, seperti urutan investigasi insiden yang komprehensif, yang terdiri dari pemantauan aktif, deteksi berbeda dan mitigasi insiden keamanan kritis.

 

sumber :

https://radiomarconi.com/
https://9apps.id/
https://dosenpendidikan.id/
https://gurupendidikan.org/

About

You may also like...

Comments are closed.