Pengertian Epidemiologi, Tujuan, Manfaat & Perannya

Definisi epidemiologi

Pengertian epidemiologi berdasarkan asal kata. Dilihat dari asal muasal kata epidemiologi berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari tiga kata dasar yaitu EPI yang artinya di atas atau di sekitar, demos yang artinya penduduk, dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi epidemiologi adalah studi tentang populasi.

Pengertian-Epidemiologi,-Tujuan,-Manfaat-&-Perannya

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman belajar matematika dasar Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

 

EPIDEMIOLOGI masa kini dalam pengertian modern adalah ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran (penyebaran) dan determinan masalah kesehatan dalam suatu kelompok atau masyarakat dan determinannya (faktor-faktor yang mempengaruhinya).

Epidemiologi adalah landasan penelitian kesehatan masyarakat dan membantu menyebarkan dan menginformasikan kedokteran berdasarkan bukti untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit dan menentukan pendekatan pengobatan spesifik yang optimal. Epidemiologi Menurut Center of Disease Control (Cdc) 2002, penelitian ini mengkaji penyebaran dan determinan penyakit masyarakat dalam status kesehatan di masyarakat dan penggunaannya sebagai kontrol untuk mengatasi masalah kesehatan. Epidemiologi juga bisa disebut penelitian. Epidemiologi menurut Leedy (1974), merupakan pencarian sistematis atas kebenaran yang belum terungkap.
Sejarah epidemiologi

Sejarah perkembangan epidemiologi dapat dibagi menjadi empat fase:

Fase observasi

Cara pertama untuk menentukan frekuensi dan penyebaran suatu masalah kesehatan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah melalui observasi. Dari pengamatan tersebut, Hippocrates (ahli epidemiologi pertama / 460-377SM) dapat menyimpulkan sekitar 2.400 tahun yang lalu bahwa ada hubungan antara ada tidaknya penyakit dan lingkungan. Pendapat ini tertulis dalam bukunya yang terkenal: Air, Water and Place. Walaupun Hippocrates tidak berhasil membuktikan pendapatnya karena ilmunya belum berkembang, namun sudut pandang ini, menurut bapak kedokteran, menjadi dasar bagi perkembangan epidemiologi lebih lanjut. Tahap awal epidemiologi ini dikenal sebagai tahap “penyakit dan lingkungan”.

Fase perhitungan

Tahap perkembangan epidemiologi selanjutnya disebut tahap perhitungan. Fase ini menggunakan aritmatika untuk melakukan upaya mengukur timbulnya dan penyebaran suatu masalah kesehatan. Ilmu aritmatika dalam epidemiologi keberadaannya berutang pada jasa Jonh Graunt (1662) yang mampu mencatat dan menghitung angka kematian di Kota London. John Graunt tidak melanjutkan penelitiannya di bidang epidemiologi tetapi beralih ke peristiwa kehidupan. John Graunt lebih dikenal sebagai bapak statistik kehidupan. Tahap kedua dalam perkembangan epidemiologi ini dikenal sebagai “tahap penghitungan dan pengukuran”.

Fase evaluasi

John Graunt telah berhasil memberikan gambaran tentang frekuensi dan prevalensi gangguan kesehatan, namun belum mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Karena kami tidak puas dengan hasil yang kami dapatkan, teknik lain yang dikenal sebagai teknik penilaian dikembangkan. Teknik ini pertama kali dikenalkan oleh William Farr (1839) yang melakukan studi data. Studi ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan statistik antara peristiwa kehidupan dan kesehatan masyarakat, seperti: hubungan antara status pendidikan dan tingkat sosial ekonomi penduduk.

Metode kerja yang sama juga dilakukan secara terpisah oleh John Snow (1849), yang menemukan adanya hubungan antara terjadinya kolera dan sumber air minum bagi penduduk. John Snow menganalisis dua perusahaan air minum di London, yaitu Perusahaan Lambeth dan Perusahaan Southwark & ​​Vauxhall.

Karya William Farr dan John Snow hanya tentang mengevaluasi data yang ada dalam arti bahwa data itu muncul secara alami, bukan dari data eksperimen. Karena studi data alam, tahap perkembangan epidemiologi pada waktu itu disebut “tahap percobaan alamiah”.

Fase uji

Cara kerja studi tidak hanya melihat data alam, tetapi juga melihat data yang berasal dari studi yang disengaja. Penelitian ini telah lama dikenal di kalangan medis, misalnya oleh Lind (1774) yang menangani kekurangan vitamin C dengan jeruk. Atau apa yang dilakukan Jenner (1796) saat mencoba vaksin cacar pada manusia.

 

 

Lihat Juga : Soal dan pembahasan matematika dasar sbmptn

About

You may also like...

Comments are closed.