Pengertian Solvabilitas, Tujuan, Manfaat, Rumus, dan Jenis

Definisi solvabilitas

pengertian-solvabilitas

Korporasi pasti terlibat dalam apa yang dikenal sebagai hutang dalam menjalankan bisnisnya. Hutang ini merupakan kewajiban yang sebagai akibat dari transaksi masa lalu harus dan harus dibayar oleh suatu perusahaan kepada pihak lain dalam jangka waktu tertentu. Besarnya hutang perusahaan sangat erat kaitannya dengan solvabilitasnya.

Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya. Kewajiban yang disebutkan di sini adalah hutang yang harus dibayar.

Sedangkan rasio solvabilitas merupakan perbandingan antara besarnya aset perusahaan dengan hutang yang harus ditanggung. Rasio solvabilitas dapat atau dapat digunakan untuk mengetahui seberapa baik perusahaan akan mampu membayar utangnya jika perusahaan mengalami likuidasi.

Jenis rasio solvabilitas

Rasio Solvabilitas bukan hanya satu (1) jenis saja, terdapat 3 jenis rasio solvabilitas diantaranya sebagai berikut:

1. Rasio Hutang terhadap Aset

Rasio hutang terhadap aset digunakan untuk membandingkan berapa banyak aset perusahaan dengan jumlah total hutang. Ini adalah cara yang bagus untuk mengetahui bagaimana utang perusahaan memengaruhi pengelolaan aset yang ada.

Untuk bisa menghitungnya, kita tinggal membagi total utang yang ada dengan jumlah aset tetap. Karena hasilnya biasanya persentase, kita harus membaginya dengan 100%. Di bawah ini adalah rumus solvabilitas.

Rasio Hutang terhadap Aset = (Total Hutang: Total Aset) x 100%

2. Rasio Hutang terhadap Ekuitas

Jenis kedua adalah rasio hutang terhadap ekuitas. Ini adalah perbandingan yang menunjukkan total hutang versus ekuitas atau modal bersih perusahaan setelah semua kewajibannya diselesaikan.

Rumus solvabilitasnya juga hampir sama dengan sebelumnya, namun kali ini pembaginya adalah jumlah ekuitas itu sendiri, yaitu sebagai berikut.

Rasio hutang terhadap ekuitas = (total hutang: ekuitas) x 100%

3. Tutupi hutang untuk properti, pabrik dan peralatan

Sedangkan untuk jenis hubungan ini perbandingan dapat dibuat antara hutang jangka panjang perusahaan dengan aset tetap.

Dengan menghitung rasio solvabilitas, kita dapat mengetahui berapa banyak setiap rupiah properti, pabrik, dan peralatan yang kita butuhkan untuk mendanai hutang jangka panjang. Pada prinsipnya hasil perbandingan minimal harus 1: 1 yang artinya setiap rupiah hutang jangka panjang dapat dibiayai dengan satu rupiah dari aktiva tetap yang ada.

Sehingga jika nilainya semakin tinggi tentunya akan semakin membuka peluang bagi perusahaan untuk mencari atau mencari kredit baru, begitu pula sebaliknya. Semakin kecil angka komparatifnya, semakin yakin bahwa aset perusahaan kurang mampu menjamin hutang jangka panjangnya.

Hal ini tentunya akan membuat perusahaan kesulitan mencari pinjaman baru. Untuk dapat menghitungnya, kita hanya perlu membagi jumlah harta benda, pabrik, dan peralatan yang kita miliki dengan hutang jangka panjang yang harus dibayar. Rumus rasio solvabilitas untuk jenis ini adalah sebagai berikut:

Cakupan hutang untuk properti, pabrik dan peralatan = Aktiva tetap: Kewajiban jangka panjang

Tujuan dan manfaat solvabilitas

  • Menganalisis status perusahaan serta kemampuannya untuk memenuhi kewajibannya kepada pihak ketiga.
  • Mengetahui status suatu perusahaan berdasarkan keseimbangan antara jumlah modal dan aset tetap yang dimilikinya.
  • Untuk mengetahui berapa rupiah yang digunakan dari modal Anda sendiri, ini digunakan sebagai jaminan pembayaran utang jangka panjang.
  • Untuk memahami sejauh mana dampak hutang perusahaan terhadap pengelolaan aset yang ada.

Demikian penjelasan pengertian solvabilitas, tujuan, manfaat, rumus, dan jenis. Semoga apa yang telah dijelaskan diatas semoga bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Sumber :

About

You may also like...

Comments are closed.